Sabtu, 26 Maret 2011

Foreign exchange

Investor yang terhormat ...
Ketidakstabilan dan tajamnya depresiasi Rupiah, tingkat bunga rendah yang diikuti tingginya tingkat inflasi, dan kondisi real investasi yang kurang menarik, menyebabkan situasi dunia usaha menjadi sulit diprediksi. Disisi lain, investor kini mengalihkan investasinya ke produk-produk financial market.

Perkembangan pola investasi yang demikian cepat lebih banyak disebabkan kerena motif utama investor adalah likuiditas dan Return on Investment (ROI). Mengingat tingkat likuiditasnya yang tinggi, financial market telah menjadi alternatif yang paling populer terutama produk-produk Foreign Exchange (Forex) dan Stock Index Futures. Sebagai gambaran likuiditas, bila digabungkan antara Forex dan Index memiliki turnover lebih dari 3,3 triliun Dollar (2 kali turnover perdagangan barang dan jasa), dengan pertumbuhan rata-rata 20% pertahun.

Dengan berdirinya Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), kini investor di Indonesia memiliki alternatif tambahan pilihan selain produk-produk Bursa Efek, yang telah terlebih dahulu ada. Dengan berkembangnya kedua bursa ini, investasi di financial maket tidak perlu dilakukan di luar negeri.

Saat ini, perdagangan saham dan mata uang menjadi pengalaman yang begitu mudah, apalagi sejak informasi dan analisis dapat banyak diperoleh melalui jaringan televisi, media massa, internet, disamping melalui cara konvensional Reuters dan Telerate, Dengan kata lain investor dapat memperoleh informasi dan analisis dimana saja dan kapan saja.

Tidak ada suatu usaha yang tidak mengandung resiko, namun dengan pembatasan tingkat resiko, maka expektasi return on investment (ROI) menjadi dapat diprediksi

ANALISA PASAR

    1. Faktor Fundamental (Neraca Perdagangan, GDP, Tingkat Pengangguran, Tingkat suku bunga, Tingkat inflasi, Country Risk, Sentiment Market, dan Market Expectation)
    2. Faktor Teknikal (Perkembangan Harga/Price Trend Analisis, Tingkat Psychologis Harga)
      MANAJEMEN DANA
      Analisa pasar selalu dikombinasikan dengan Manajemen Dana, yang merupakan aspek pengaturan Cash Flow, seperti :
      • Trading Strategi. Pada dasarnya trading strategi merupakan penerapan teori Portofolio yang dikenal secara luas yakni mendiversifikasi dana yang diinvestasikan dalam mata uang yang berbeda dan/atau index saham yang dianggap memiliki resiko yang lebih kecil. Atau mendivesifikasi waktu-transaksi, seperti kombinasi short-term, medium-term dan long-term trading sehingga resiko lebih diperkecil lagi.
      • Manajemen Resiko (Risk Management). Melalui Manajemen Resiko, resiko perdagangan Valas & Index Saham bukan hanya dapat dikelola tetapi dapat dibatasi.
      Mekanisme pembatasan resiko dapat dilakukan melalui :
      1. Stop Loss (Membatasi resiko pada level tertentu dan suatu mata uang atau index saham)
      2. Locking (Mengambil posisi berlawanan dengan posisi semula (bersifat sementara), untuk kemudian bila telah dianggap aman melikuidasi posisi locking tersebut).
      3. Average (Digunakan bila investor yakin bahwa resiko posisi terbuka yang pertama dan yang berikutnya akan lebih kecil, bila harga kembali (rebound) mendekati harga open position yang semula. Biasanya teknik ini dikombinasikan dengan stop loss atau locking).
      4. Holding Position (Mekanisme ini digunakan karena investor melakukan transaksi jangka panjang dan dapat dikombinasikan dengan stop loss, locking dan average).
      5. Switch Position(Pengurangan resiko dengan menganggap bahwa posisi awal yang diambil ternyata salah arah dan kemudian mengubah posisi dengan mengambil posisi sebaliknya).